TIM

7 Negara & 8 latar belakang mereka

Ingrid Bremmers - Jurnalis
Saya Ingrid dari Belanda. Saya adalah seorang mahasiswa Antropologi di Universitas Utrecht yang berusia dua puluh satu tahun. Antropologi merupakan sebuah studi tentang menempatkan diri seseorang kedalam suatu budaya yang berbeda melalui pengalaman dari observasinya. Dan bagi saya itu adalah pengalaman “berada disini”. Saya mengikuti Wonderful Maluku Project ini untuk mempraktekkan apa yang telah saya pelajari dan ingin hidup seperti warga lokal, ‘berperilaku seperti warga lokal’ dan menjalani hidup seperti warga lokal. Berperilaku seperti warga lokal dan berbaur dengan warga disini memberikan saya pandangan yang berbeda tentang kehidupan yang tidak pernah saya dapatkan sebelum mengikuti project ini. Tentang bagaimana suatu kehidupan, setiap perasaan, setiap pikiran mempunyai cerita yang berbeda-beda. Sesuatu yang saya temukan di Kaibobo. Kaibobo adalah desa dimana sesuatu yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin. Desa dimana warganya memperlihatkan kepedulian dan cinta untuk mu yang dapat terlihat dari mata mereka dan kehangatan di hati mereka.  

The Wonderful Kaibobo Project

Teresa Cancola - Jurnalis

Saya Teresa dari Austria dan saya berusia dua puluh empat tahun. Saat ini saya berkuliah di Graz jurusan Lingkungan dan Geografi. Namun saat ini, saya sedang fokus di project ini. Sebuah proyek yang ingin saya ikuti karena keunikan dan manfaatnya. Manfaat yang didapatkan oleh kedua pihak yang terlibat, yaitu penduduk desa dan diri saya sendiri. Karena bagi saya, ini adalah kesempatan besar untuk terjun lebih jauh lagi ke bidang lingkungan, fotografi antropologi dan jurnalisme. Selain itu, saya juga siap melakukan petualangan selanjutnya. Sebuah petualangan yang secara spontan saya mulai dengan hanya membeli tiket penerbangan tanpa rencana apapun. Tapi tindakan spontan ini telah membawa saya ke Kaibobo. Sebuah desa yang telah mengajari saya bahwa hal-hal kecil dalam hidup seperti, kesederhanaan merupakan kunci utama kebahagiaan. Saya juga belajar untuk tidak mempertanyakan apa yang salah dari suatu keadaan, melainkan lebih mencari apa yang mungkin untuk dilakukan di keadaan tersebut. Melalui pengalaman ini, saya juga belajar untuk mengikuti firasat saya dan belajar lebih berani mengambil resiko demi menemukan jalan menuju kebahagiaan sejati saya.

The Wonderful Kaibobo Project

Tessa Jansen - Inovasi Produk

Nama saya Tessa, seorang mahasiswi berusia dua puluh satu tahun dari Belanda. Pada bulan September 2017, saya akan memulai master Supply Chain Management saya di Rotterdam untuk mencapai tujuan akhir saya: mengembangkan rantai pasokan makanan di dunia. Dengan cara ini saya berharap dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup semua orang di seluruh dunia. Di Kaibobo, saya ingin berkontribusi untuk ini dengan mengeksplorasi potensinya. Inilah mengapa saya ingin bergabung dengan Project Wonderful Maluku. Alasan lainnya adalah project ini memungkinkan saya merasakan pengalaman hidup di non-western country dan bekerja di sebuah tim dengan yang terdiri dari mahasiswa dari berbagai negara. Disamping itu, saya penasaran bagaimana penjajahan Belanda meninggalkan jejaknya di Tanah Air. Sebuah negara yang telah membuka pintunya untuk saya agar saya bisa menjelajahinya. Sebuah desa dimana saya dapat menemukan hal baru setiap harinya karna keindahannya yang tersembunyi di dalam diri masyarakatnya dan alamnya yang belum terjelajah namun pastinya indah.

The Wonderful Kaibobo Project

Facundo Huentelaf  - Marketing

Nama saya Facu, singkatan dari Facundo. Saya berumur dua puluh tujuh tahun dan berasal dari Argentina. Saya senang bermain olahraga apapun, apalagi jika olahraga tersebut berhubungan dengan alam. Alam adalah fenomena yang penting dihidup saya dan sesuatu yang coba saya hargai sebisa mungkin. Sama halnya dengan kaibobo. Selain karena kaibobo memiliki keindahan alam, warganya juga memanfaatkan alamnya untuk bertani dan memancing. Penduduk desanya juga penuh dengan keramahan dan kasih sayang. Namun jauh sebelum saya mengetahui semua itu, alasan saya ingin berpartisipasi di Maluku Project ini karena saya ingin melakukan sesuatu yang berbeda dari yang pernah saya lakukan sebelumnya. Sesuatu yang sangat berharga dan berdampak positif bagi masyarakat.

The Wonderful Kaibobo Project

Giorgia Fumagalli - Marketing

Nama saya Giorgia atau Gio, seorang mahasiswa master bisnis internasional yang berusia dua puluh tiga tahun. Saya berkuliah di Prancis walaupun saya berasal dari Italia. Dengan menyelesaikan kuliah master saya ini, saya akan makin dekat dengan impian saya; yaitu bekerja di perusahaan multinasional tepatnya di bagian sosial masyarakat dan mengembangkan ide bisnis yang berkaitan dengan lingkungan dan hak asasi manusia. Aspek sosial dan kemanusiaan ini lah alasan mengapa saya memilih untuk bergabung dalam proyek ini. Alasan lainnya adalah, saya dulunya menulis tugas akhir saya tentang ide bisnis untuk kondisi ekonomi yang paling dasar di piramida ekonomi (bertujuan untuk mengembangkan kehidupan masyarat di negara berkembang). Maka dari itu, saya ingin merealisasikan apa yang telah saya tulis di project ini.  Saya juga menyukai ide project ini tentang mempromosikan pariwisata mengingat saya adalah seorang ‘passionate’ traveler. Seorang traveler yang telah menemukan jalannya menuju Kaibobo. Sebuah desa yang terisolasi namun luar biasa dimana kamu tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun, melalui semua pengalaman yang saya dapatkan di Kaibobo sejauh ini, saya menjadi sadar bagaimana seseorang dapat hidup di dalam kesederhanaan. Di atas semua itu, saya dan teman-teman lainnya akan lebih menghargai apa yang kami punya di negara western. Namun pada saat bersamaan, kehidupan desa membuatmu merasa kamu merindukan kesederhanaan, kemudahan, kebebasan, ketenangan dan kedamaian yang bisa kamu temukan di tempat seperti Kaibobo.

The Wonderful Kaibobo Project

Tom Fajersztein - Pengembangan Bisnis

Hai, saya Tom. Seorang mahasiswa berusia dua puluh empat tahun dari Paris, Prancis. Saat ini saya sedang belajar di sekolah bisnis untuk menjadi manajer keuangan. Terlepas dari saya mencintai kota saya, saya membutuhkan sesuatu yang sangat berbeda dari kehidupan sehari-hari dan rutinitas saya. Selain itu, saya ingin melihat orang-orang di sisi lain dunia, yang kurang terhubung dengan Internet, dan kurang beruntung. Dan selain itu, saya juga ingin membantu penduduk desa untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, oleh karena itu saya bergabung dengan Proyek Wonderful Maluku Project. Di sini, di Kaibobo, saya menemukan kebalikan dari semua hal yang saya ketahui. Saya menemukan gaya hidup baru. Gaya hidup dimana penduduknya tidak kurang bahagia jika dibandingkan dengan prancis. Mereka bangga dengan asal mereka dan saya menyadari bahwa semakin sedikit yang Anda miliki, semakin besar kebahagiaan Anda. Dan meskipun penduduk desa sudah benar-benar bahagia, sangat menyenangkan untuk membantu mereka dalam meningkatkan taraf hidup mereka. Apa yang kita dapatkan sebagai balasannya? Kebaikan.

The Wonderful Kaibobo Project

 

 

Roman Risch - Pengembangan Bisnis

Nama saya  Roman dan saya berumur dua puluh empat tahun dari Jerman. Saya belajar Ekonomi dan Bisnis di Basel (Swiss) dan bergabung dengan Project Wonderful Maluku karena saya ingin menjelajahi Indonesia. Suatu Negara dimana budayanya sangat berbeda dibandingkan dengan budaya barat. Saya juga ingin membantu orang-orang di desa sehingga mereka dapat menghasilkan lebih dari apa yang mereka hasilkan saat ini. Itulah sebabnya saya datang ke Kaibobo. Kaibobo, sebuah desa dimana anak-anak selalu terlihat sibuk dengan kegiatannya dan desa dengan keindahan yang luar biasa. Hal yang sama yang dapat ditemukan di Pulau Ula dan Pulau Kasa.

 

 

Pham Thi Thien Moc - Pengembangan Bisnis

Saya Moc, seorang wanita berusia dua puluh empat tahun dari Vietnam. Sebelum mengambil bagian dalam Proyek wonderful, saya belajar di bidang Keuangan dan Perbankan dan beberapa kali mengambil bagian dalam proyek sosial lainnya di beberapa negara. Saya ingin bergabung dengan project ini karena keragaman budaya antara relawan yang bergabung dalam proyek dan keragaman budaya di Asia. Selain belajar banyak tentang perbedaan ini, saya menjadi mencintai Kaibobo dan penduduknya. Orang-orang, yang sangat baik hati dan saling menjaga satu sama lain.

The Wonderful Kaibobo Project
The Wonderful Kaibobo Project

Nurul Rezkianti - Project Kordinator

Nama saya Nurul (biasa dipanggil Cici), dua puluh satu tahun dan saya berasal dari Palu (Indonesia). Saya mengambil jurusan Bahasa Inggris di Malang dan saya dulunya adalah wakil presiden Program Marketing di AIESEC UMM. Meskipun pengalaman tersebut telah membuat saya mengetahui passion saya dalam hidup, tetap saja saya merasa masih membutuhkan pengalaman lainnya di  AIESEC. Itulah sebabnya saya bergabung dengan The Wonderful Maluku Project. Sebuah Project di mana saya bisa mengalami hal-hal baru.

Project di Kaibobo benar-benar tidak mengecewakan. Saya belajar tentang diri saya: limit saya, negara saya sendiri, dan bagaimana menghargai diri saya sendiri. Sebenarnya, banyak hal yang tidak bisa saya temukan di tempat tinggal saya dapat saya temukan di sini. Saya juga belajar banyak dari para relawan. Saya belajar untuk menjadi pendengar yang baik dan bagaimana membuat diri saya berkembang. Saya belajar bagaimana menjadi lebih percaya diri. Tapi yang paling penting, saya belajar bagaimana melihat tantangan bukan sebagai masalah, tapi sebagai solusi yang perlu ditemukan. Yang terakhir, saya juga merasa menjadi diri saya dengan versi lebih baik karena Project Wonderful Maluku ini.

The Wonderful Kaibobo Project